top of page
  • Writer's pictureFKK Sibolga-Tapteng

DISKUSI HANGAT DALAM DSD: LESTARI LITERASI INSPIRASI PASISI

21 Maret 2023


Forum Komunitas Kreatif (FKK) Sibolga Tapteng menutup rangkaian acara Pagelaran Seni Budaya 2023 "Rubiah: Rembuk Budaya Sejarah" dengan agenda puncak Duduk Samo Dusanak (DSD) bertema Lestari Literasi Inspirasi Pasisi yang digelar pada Selasa (21/03) di Aula Graha Aulia Bank Indonesia Sibolga. Menghadirkan narasumber yang erat dengan budaya dan literasi yakni Dr. Rosliani, M. Hum dari Balai Bahasa Sumatera Utara, Penulis dan Sastrawan asal Barus, Aishah Basar dan Nurdin Ahmad Tanjung sekalu budayawan dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Tapteng Sibolga.


Urgensi literasi sejarah dan kebudayaan di Kota Sibolga-Tapanuli Tengah sudah kian kritis dikarenakan minimnya sumber bacaan dan basis himpunanan informasi valid terkait sejarah dan budaya pasisi di ranahnya sendiri. Hal inilah yang mendorong FKK Sibolga Tapteng untuk membicarakan permasalahan ini ke publik, tepat pula sehari pasca Hari Dongeng Dunia (20/03) dan dalam rangka menyambut Hari Jadi Sibolga Ke-323 tahun pada 02 April mendatang.

Ketua Panitia, Agus Fadli, menyampaikan harapannya dengan pelaksanaan kegiatan DSD ini, menjadi semangat baru khususnya generasi muda untuk bisa melek literasi dan memahami potensi budayanya.


Dimulai dengan segmen seremoni yang diawali tari penyambutan dari siswa/i sanggar SMP Negeri 1 Sibolga dan dibuka secara langsung oleh Pimpinan DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori, SH, MAP serta pemberian hadiah pemenang Lomba Mendongeng antar siswa SMP Sederajat, para peserta diskusi langsung mendengarkan paparan narasumber yang masing-masing sebagai berikut:

  • Nurdin Ahmad Tanjung dengan judul "Literasi dan Sejarah Sibolga-Tapteng";

  • Aisha Basar menjelaskan "Membaca dan Menulis Sejak Dini, Literasi Melestari"; dan

  • Dr. Rosliani, M. Hum dengan topik "Alih Wahana Cerita Rakyat Pasisi dan Sejarah Kejayaan Barus".

Peserta mendengarkan paparan dengan begitu antusias, dan silih berganti melemparkan pertanyaan, saran dan harapannya. Peserta merupakan para guru seni dan bahasa di setiap sekolah, tokoh dan pemerhati budaya, pimpinan organisasi, mahasiswa dan pelajar. Salah satu simpulan yang menarik adalah cerita rakyat sangat mungkin untuk diperkaya agar cerita tersebut semakin menarik dengan tanpa kehilangan makna dan poin-poin penting dari cerita aslinya. Kreativitas ini menjadi tantangan untuk generasi mendatang, dan bahkan sangat dimungkinkan untuk menciptakan cerita-cerita baru untuk mengangkat sebuah nilai, pesan, sejarah, dan atau apresiasi yang berkonteks budaya lokal. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pendahulu dengan tujuan menyampaikan pesan melalui budaya lisan berwujud cerita rakyat.


FKK Sibolga Tapteng sendiri juga sedang melakukan upaya pelestarian literasi pasisi, saat ini sedang memproses pengayaan sumber baca yang mengangkat kisah dan cerita dan tanah pasisi dan menuangkannya dalam buku cergam (cerita bergambar). Bahasan diskusi menyoal hal tersebut merupakan sebuah upaya untuk menyamakan visi bersama dari berbagai pihak, praktisi, sponsor dan pemerintah, terkhusus budayawan agar dapat mendukung rencana baik ini secara kolaboratif. Kompilasi cerita yang diterbitkan dengan tampilan dan sajian menarik diharapkan mampu mendapatkan perhatian dan kegemaran kaum muda agar wawasan sejarah dan kebudayaan kian menajam.

Salah satu sesi acara terdapat mini drama musikal yang terinspirasi dari kisah Rubiah, sebuah cerita rakyat populer di Sibolga-Tapteng. Penampilan yang bertajuk 'Rubiah ternanti' digarap oleh FKK Sibolga Tapteng bersama Nicholas Musik Sibolga dan juga disisi performa dongeng dari para pemenang.

Sejak dimulai pukul 10.00 WIB hingga berakhir pada Pukul 15.45 WIB acara berjalan lancar, khidmat dan seru. Selain mendapatkan ilmu, para peserta juga membawa cendramata berupa buku, parcel dan ragam hadiah dari panitia dan Bank Indonesia, bentuk apresiasi atas atensi yang diberikan selama mengikuti setiap materi dan rangakaian diskusi juga tanya jawab.


(IAS)


40 views0 comments
bottom of page