top of page

MENYUSURI PANORAMA LEGENDARIS SIBOLGA DARI PUNCAK PERBUKITAN

05 Juni 2026


Sibolga selalu memiliki cara istimewa untuk memikat siapa saja yang datang berkunjung. Kota kecil yang menghadap langsung ke Teluk Tapian Nauli ini tidak hanya dikenal sebagai kota pelabuhan dengan sejarah panjang, tetapi juga sebagai daerah yang dianugerahi panorama alam yang luar biasa. Keindahan tersebut bahkan telah diabadikan sejak masa kolonial melalui berbagai foto dan dokumentasi yang menampilkan lanskap Sibolga dari ketinggian perbukitan.


Berangkat dari rasa penasaran terhadap foto-foto panorama tempo dulu, sebuah perjalanan sederhana dilakukan untuk mencari kembali sudut pandang yang pernah digunakan para fotografer masa lampau. Perjalanan ‘Sehari Sibolga’ berkolaborasi dengan LenSaku dan UNIT 1913, oleh Alma Tegar dan Ahmad Naufal dimulai pada pagi yang cerah dari kawasan pusat kota menuju Bukit TVRI, salah satu titik tertinggi yang dapat dicapai dengan kendaraan sebelum melanjutkan pendakian ringan menuju puncak perbukitan.


Panorama Sibolga (Siboga 1917. Op de voorgrond Si Maré Maré (Europeesche wijk))

Sumber: https://collectie.wereldmuseum.nl/, TM-ALB-0429-20


Sejak memasuki kawasan perbukitan, suasana terasa berbeda. Udara pagi yang sejuk berpadu dengan hamparan pepohonan hijau yang semakin rimbun. Di beberapa titik, pemandangan terbuka memperlihatkan bentangan Teluk Tapian Nauli yang perlahan disinari matahari pagi. Dari kejauhan terlihat sebuah bangunan yang tersembunyi di balik rimbunan pohon. Bangunan tersebut adalah Benteng Ketapang, sebuah situs pertahanan bersejarah yang pernah menjadi bagian dari kisah perjuangan bangsa di wilayah pesisir barat Sumatera.


Perjalanan menuju Bukit TVRI ternyata bukan sekadar wisata alam biasa. Setiap tikungan jalan menghadirkan kejutan baru berupa lanskap yang memanjakan mata. Hamparan laut biru, gugusan pulau kecil, serta perbukitan yang mengelilingi kota menciptakan komposisi alam yang begitu harmonis. Tak heran apabila kawasan ini sering disebut sebagai surga tersembunyi bagi para fotografer, pelukis, maupun pecinta alam.


Sesampainya di area Menara TVRI, perjalanan belum benar-benar berakhir. Sebuah jalur pendakian yang relatif baru dibuka mengajak pengunjung untuk melanjutkan perjalanan menuju titik pandang yang lebih tinggi. Meski membutuhkan tenaga ekstra, setiap langkah yang diambil terasa sepadan dengan pemandangan yang menunggu di atas.



Di tengah perjalanan, terdapat percabangan jalur yang menawarkan panorama spektakuler ke arah teluk Labuhan Angin melihat Mela dan kawasan Panomboman. Dari titik ini terlihat dengan jelas Pulau Panjang yang oleh sebagian masyarakat juga dikenal sebagai Pulau Sendok karena bentuknya yang menyerupai sendok jika dilihat dari ketinggian. Pemandangan tersebut semakin menarik dengan keberadaan bagan pancang, sebuah kearifan lokal masyarakat pesisir berupa pondok penangkapan ikan yang dibangun di atas perairan dangkal. Kehadiran bagan-bagan pancang itu menjadi bukti bagaimana masyarakat setempat hidup berdampingan dengan laut selama berabad-abad.


Semakin tinggi pendakian dilakukan, semakin luas pula panorama yang tersaji. Setelah melewati jalur yang cukup menantang, akhirnya sampailah di puncak yang menjadi tujuan utama perjalanan. Dari titik yang bahkan lebih tinggi dari Tangga 100 ini, bentangan Kota Sibolga terlihat secara utuh. Deretan rumah yang padat membentuk pola geometris yang unik di sepanjang pesisir, sementara jalan utama kota membentang mengikuti lekukan alam yang mengelilinginya.


Pemandangan ini mengingatkan pada sebuah foto panorama terkenal dari masa kolonial Belanda. Dalam foto tersebut, terlihat jelas bentuk jalan yang melengkung menyerupai huruf U mengikuti garis pantai. Menariknya, pola tata ruang tersebut masih dapat dikenali hingga hari ini. Hal ini menunjukkan bagaimana bentang alam Sibolga telah menjadi identitas kota yang bertahan lintas zaman.


Panorama Sibolga (Panorama van Sibolga, Circa 1930)

Sumber: https://collectie.wereldmuseum.nl/, TM-ALB-0179-149

Replikasi Panorama Sibolga dalam Sehari Sibolga


Melihat panorama tersebut juga menimbulkan kekaguman terhadap para fotografer masa lalu. Jika saat ini perjalanan menuju titik pandang dapat dilakukan dengan sepeda motor dan jalur pendakian yang sudah lebih terbuka, maka pada masa lampau mereka harus menembus hutan dan membawa peralatan fotografi yang jauh lebih besar dan berat. Upaya mereka mengabadikan Sibolga menjadi warisan visual yang sangat berharga bagi generasi sekarang.


Dari puncak bukit, Teluk Tapian Nauli tampak begitu megah. Gugusan Pulau Poncan, Pulau Sarudik, serta beberapa pulau kecil lainnya menghiasi cakrawala laut yang membentang luas. Keindahan inilah yang sejak dahulu menarik perhatian para pelaut dan pedagang yang singgah di wilayah ini. Bahkan catatan sejarah menyebutkan bahwa pada abad ke-18, penjelajah Inggris, William Marsden pernah menggambarkan ramainya aktivitas kapal di perairan Teluk Tapian Nauli.


Lebih dari sekadar menikmati pemandangan, perjalanan ini memberikan kesempatan untuk memahami hubungan erat antara alam, sejarah, dan kehidupan masyarakat Sibolga. Setiap bukit, teluk, dan pulau menyimpan cerita yang membentuk identitas kota hingga saat ini.


Panorama Sibolga (Panorama of Sibolga. Circa 1928)


Pada akhirnya, perjalanan mereplikasi panorama Sibolga tempo dulu bukan hanya tentang menemukan lokasi sebuah foto lama. Perjalanan ini menjadi cara untuk melihat kembali warisan alam dan sejarah yang dimiliki Sibolga dari sudut pandang yang berbeda. Dari atas perbukitan, kita dapat memahami mengapa kota ini begitu dicintai oleh para pendahulu dan mengapa keindahannya tetap memukau hingga sekarang.


Bagi masyarakat Sibolga maupun para wisatawan yang berkunjung, menyaksikan kota dari ketinggian adalah pengalaman yang layak dicoba. Selain menjadi sarana rekreasi dan olahraga, perjalanan ini juga mengajak kita untuk lebih menghargai kekayaan alam dan sejarah yang menjadikan Sibolga sebagai salah satu panorama pesisir terindah di Indonesia.


Silakan menikmati perjalanan Sehari Sibolga dalam video ini.


(ATR)

Comments


Logo FKK-01.png
Logo FML b-06.png
Logo Runduk Art Studio-02.png
Brand-02_edited.jpg

Official Merchandise

Logo FKK [Recovered]-06 b.png

SK Menteri Hukum dan HAM RI No:
AHU-0029695.AH.01.04. Tahun 2021

0821 1551 0233 / 0852 7724 6409

  • YouTube
  • Instagram
  • Facebook

©2025 by FKK Sibolga Tapteng

Supported by

Warung Etek Bungsu bw.png
logo almus re.png
logo alumni al-muslimin REV.png
bottom of page