top of page
  • Writer's pictureFKK Sibolga-Tapteng

SEMINAR RUMAH BUDAYA PESISIR SIBOLGA: UNTUK SIAPA?

26 Maret 2022


Seminar Rumah Budaya Pesisir Sibolga-Tapteng digelar secara kolektif oleh Forum Komunitas Kreatif (FKK) Sibolga-Tapteng bersama Lembaga Seni Budaya Adat Pasisi Anak Nagari Kota Sibolga (LSB-APAN-KS) pada Sabtu (26/03) di Gedung Terminal Pelindo Sibolga sekaligus menjadi Agenda Pamungkas pada Event Pagelaran Seni Budaya 2022 – Sabursa: "Semarak Budaya Pesisir Sibolga” pada Hari Apresiasi Seni Budaya dan Seminar Budaya yang menjadi tajuk acara.

Acara dibagi dalam 2 (dua) sesi yakni Seremoni Hari Apresiasi Seni dan Seminar Budaya dengan diawali Pertunjukan Seni Budaya Pesisir Sibolga yakni Tari Sikambang dan Si Ceret dari Sanggar Koe, tembang-tembang lagu daerah Sibolga yang dinyanyikan pelajar SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 serta penampilan dongeng kedaerahan yang dibawakan oleh Violetta Sianturi dari SMP Tri Ratna Sibolga kemudian dilanjutkan dengan acara Penyerahan Hadiah Festival Musik Pelajar dan Lomba Storytelling oleh para Unsur Forkompimda dan pihak Sponsor.


Friska Devi Yanti Halawa, selaku ketua panita menerangkan bahwa gelaran ini merupakan bagaian akhir dari Pagelaran Seni Budaya (PSB) 2022 yang telah dimulai sejak Februari lalu dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Sibolga pada 02 April mendatang.


“Sesuai dengan Timeline Bulan Budaya FKK di Event PSB 2022 ini, hari ini kita menuntaskan Hari Apresiasi Seni untuk menutup rangkaian acara lomba yang telah kita selenggaran sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang. Dan pada momen ini juga, kita gandengkan acaranya bersamaan dengan Seminar Kebudayaan yang menjadi hajatan bersama FKK dengan Lembaga Seni Budaya Adat Pasisi Anak Nagari Sibolga yang secara spesifik membahas tentang Rumah Budaya. Ini adalah sumbangsih kita bersama dalam memajukan seni budaya Kota Sibolga yang akan genap berusia 322 tahun” jelasnya.

Senada dengan Friska, Ketua Panitia Seminar Rumah Budaya Pesisir yang merupakan Ketua Pengurus LSB APAN KS, Mirwan Sinaga dalam sambutannya menjelaskan bahwa Seminar Rumah Budaya ini merupakan langkah lebih lanjut dalam kerja sama dalam bentuk MoU dengan FKK Sibolga Tapteng dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya pesisir setelah sebelumnya telah beraudiensi dengan Walikota Sibolga.


“Sudah lama pembicaraan Seni dan Budaya Pesisir Sibolga-Tapteng tidak diangkat ke forum yang formal dan ilmiah contohnya seminar seperti ini. Jadi, besar harapan kita dengan digelarnya Seminar Rumah Budaya Pesisir yang nantinya kita harapkan menjadi ruang publik pengembang seni budaya dan kepariwisataan dapat kita musyawarahkan bersama tentang bagaimana baiknya. Kesepahaman yang kita bangun dalam diskusi ini juga semoga menjadi awal mula bersatunya semua unsur masyarakat peduli seni budaya Sibolga untuk bergerak maju mengejar ketertinggalan kita dibandingkan Etnis lainnya dalam satu suara”, tukas Mirwan.


Seminar Kebudayaan - Duduk Samo Dusanak ini mengambil tema “Rumah Budaya - Hunian Kami, Lungguk Kreasi”, sebuah ungkapan yang secara nyata mempertegas gagasan rumah budaya sebagai media yang berfungsi sebagai tempat berkumpul, beraktifitas serta berdiskusi bagi para budayawan, sejarawan dan insan seniman nantinya.

Seminar diadakan dengan dual metode (hybrid) offline dan online dengan menghadirkan Narasumber yang kompeten dibidangnya yaitu Drs. Nurmatias (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Aceh (Kemdikbudristek), Taufik Hidayat (Direktur Utama Saung Angklung Udjo), A.D. Sitaresmi Ratih Pratiwi, ST. (Manager Rumah Budaya Kratonan-Solo), Dr. Irfan Simatupang, M.Si. (Antropolog-Akademisi FISIP USU), Sahat Simatupang, SE., MM. (Korda MABSI) dan Alma Tegar Rahman Nasution, ST., MP.Par, IAI (Arsitek – Perencana Kepariwisataan) sekaligus perancang bangunan Rumah Budaya Pesisir Sibolga-Tapteng yang diseminarkan.

Peserta seminar dihadiri unsur Pemerintahan, DPRD, Organisasi Keprofesian, Komunitas dan Sanggar, BEM Mahasiswa serta para budayawan dan sejarawan Kota Sibolga. Dimulai sejak pukul 11.00 WIB, yang dibuka langsung oleh Asisten II Walikota Sibolga, Hendra Damalius, S.Pi. dan ditutup oleh Moderator Irfan A. Sihotang tepat pada pukul 17.15 WIB setelah FGD dengan prosesi yang tertib dan lancar. Turut berhadir, Wakili Danrem, Danlanal, Dandim, Kacabdisdik Sibolga, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Sibolga, Masyarakat Sejarawan Indonesia-Sibolga, Bank Sumut dan Ikatan Guru Indonesia Kota Sibolga.


Hasil Seminar dan FGD nantinya akan disampaikan kepada Walikota Sibolga oleh LSB APAN KS dan FKK Sibolga Tapteng dan butir-butir rekomendasi yang menjadi hasil seminar akan dilaporkan sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepada Pemerintah Kota Sibolga.



(IAS)




80 views0 comments
bottom of page