top of page
  • Writer's pictureFKK Sibolga-Tapteng

PERENCANAAN RUMAH BUDAYA PESISIR SIBOLGA​

Updated: Jun 18, 2022

22 Juni 2021


Komitmen terhadap program pelestarian budaya Pesisir Sibolga antara Lembaga Seni Budaya Adat Pesisir Anak Nagari Kota Sibolga (LSB-APAN-KS) dan Forum Komunitas Kreatif (FKK) Sibolga Tapteng sejak dilaksanakannya MoU pada bulan Mei 2021 silam membuahkan sebuah wacana yang penting. Dipahami bahwa setiap kegiatan membutuhkan fasilitas atau wadah agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan sempurna, terutama kegiatan yang bersifat rutin seperti pelatihan, sanggar, dan diskusi-diskusi rutin yang terbuka untuk publik. Selain sebagai wadah, juga diharapkan dapat menjadi bangunan dengan arsitektur yang representatif terhadap konteks budaya yang disematkan padanya.


Perencanaan Rumah Budaya Pesisir Sibolga dijadikan sebagai sebuah program yang layak untuk dilakukan dimana FKK Sibolga Tapteng berperan untuk menyusun rencana arsitektur bangunan dan LSB-APAN-KS akan berperan untuk berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan khususnya Pemerintah Daerah Kota Sibolga untuk merealisasikan rencana ini. Setelah melakukan diskusi beberapa kali, disepakati sebuah bentuk bangunan yang berfungsi sebagai bangunan yang mewadahi kegiatan seni budaya Pesisir Sibolga, seperti diskusi-diskusi, pameran berbagai manifestasi kebudayaan, sanggar seni, dan panggung pertunjukan seni budaya. Konsep arsitektur bangunan merupakan bangunan dengan kualitas material yang memiliki daya tahan tinggi dan arsitektur tradisional Pesisir Sibolga sebagai dasar estetika bangunan. Dasar arsitektur bangunan ini menggunakan hasil seminar Rumah Adat Pesisir Sibolga yang dilakukan pada 1985.



Di lantai dasar bangunan, karakter arsitektur diposisikan sebagai ‘kaki’ dari bangunan di atasnya. Interpretasi kaki ini diciptakan terbuka, mengalir, dan modern dengan berbagai aktivitas publik, seperti kantor, ruang diskusi, galeri, rapat, perpusatakaan, warung kuliner jajanan, dan ruang pendukung lainnya. Lantai dua menjadi representasi rumah Pesisir Sibolga (‘badan’ dan ‘kepala’) berfungsi sebagai area latihan sanggar dan pertunjukan. Interior bangunan tetap menggunakan material bangunan publik pada umumnya. Fasad bangunan menggunakan kayu. Beberapa elemen tradisional tetap diletakkan pada interior bangunan untuk mempertahankan karakater tradisional.


Atas dukungan dari Pemko Sibolga, konsep perencanaan ini berkesempatan dipaparkan melalui audiensi dengan Walikota Sibolga, Bapak Jamaluddin Pohan pada Senin, 21 Juni 2021, yang juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, dan Asisten II Pemko Sibolga. Pertemuan ini diawali dengan perkenalan dan paparan terkait latar belakang Perencanaan Rumah Budaya Pesisir Sibolga oleh Kepala LSB-APAN-KS, Bapak Mirwan Sinaga, yang kemudian dilanjutkan paparan konsep rencana arsitektur oleh Ketua FKK Sibolga Tapteng sekaligus arsitek yang merancang.

"Jangan kita hanya sibuk membangun bangunan, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana mengisinya secara berkelanjutan", pesan Walikota Sibolga

Walikota Sibolga mengapresiasi gagasan dan konsep perancanganan Rumah Budaya Pesisir Sibolga, dan sangat setuju akan adanya sebuah fasilitas kebudayaan yang dapat menarik para pemuda dan pelajar turut berkegiatan di dalamnya, sekaligus melestarikan kebudayaan Pesisir Sibolga dan bangunan ini juga akan menjadi ikon wisata budaya di Kota Sibolga. "Jangan kita hanya sibuk membangun bangunan, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana mengisinya secara berkelanjutan" pesannya.


Salah satu poin yang hangat didiskusikan adalah lokasi dimana akan dibangunnya Rumah Budaya ini agar mudah diakses serta representatif untuk dikunjungi tamu dan wisatawan. Hasil diskusi memberikan beberapa indikasi lokasi yang perlu dilakukan tinjauan dan penilaian, serta berbagai catatan penting agar pembangunan rumah budaya ini didukung dan menjadi kebanggan bagi masyarakat. Salah satunya adalah perlu dilakukannya seminar kebudayaan dan kesepakatan bersama terkait rancangan bangunan oleh pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat.

Pembangunan Rumah Budaya Pesisir Sibolga diharapkan menjadi tonggak dan langkah konkrit bagi kita bersama untuk melestarikan dan memperkaya budaya, menanamkan jati diri kepada generasi muda, dan menjadi keunikan Kota Sibolga sebagai destinasi pariwisata yang dikenal oleh nasional dan internasional.


(ATR)


593 views0 comments

댓글


bottom of page