top of page
  • Writer's pictureFKK Sibolga-Tapteng

FESTIVAL MANGURE LAWIK: PADU PADAN MOZAIK BUDAYA DAN ATRAKSI WISATA TANAH PESISIR SIBOLGA

Updated: Nov 7, 2023

29 Desember 2022


Forum Komunitas Kreatif (FKK) Sibolga-Tapteng menutup agendanya di Bulan Lestari (September-Desember) dengan menggelar puncak acara 'Mangarak dan Prosesi Rabo Gadang' dalam rangkaian event Festival Mangure Lawik 2022 - Sea.Lebration "Gagas Transformasi - Hias Destinasi" sekaligus menutup Pekan Promosi Pariwisata Kota Sibolga 2022 pada Kamis (29/12) di kawasan objek wisata baru Pelabuhan Lama Kota Sibolga.


Bersinergi dengan Pemerintah Kota Sibolga serta kolaborasi Lembaga Seni Budaya Adat Pesisir Anak Nagari Kota Sibolga (LSB APAN KS), perhelatan puncak Festival Mangure Lawik 2022 berlangsung meriah dan sakral. Terlebih lagi animo masyarakat pengunjung kawasan Objek Wisata Pelabuhan Lama yang baru saja dibuka sejak Senin (26/12) untuk Pekan Promosi Pariwisata Kota Sibolga 2022 begitu antusias mengikuti prosesi pengarakan Rabo menuju panggungnya.

Mangure Lawik adalah prosesi budaya asli Pesisir Sibolga Tapteng yang khas dan tulen. Keotentikan itu kembali diangkat kepermukaan guna melestarikan budaya dan alam bahari yang dikemas secara modern, relevan dan berdaya tarik pariwisata tanpa mengurangi nilai luhurnya untuk bersyukur kepada Tuhan YME atas limpahan rejeki dari laut yang menopang sendi perekonomian Kota Sibolga.


Arak-arakan Rabo Gadang adalah bagian penting dalam skema prosesi Mangure Lawik yang membawa gagasan transformasi budaya. Sejak tidak diizinkan untuk melakukan pelarungan 'Kepala Kerbau' untuk disesajenkan ke laut oleh para ulama, Rabo Gadang adalah ide pengganti yang dikampanyekan oleh FKK Sibolga Tapteng sejak tahun 2020 silam sebagai substitusi yang lebih relevan dan bermanfaat dalam upaya konservasi. Rabo Gadang adalah media tanam terumbu karang berbentuk jaring laba-laba setinggi 2,5 meter yang didesain menyerupai Sanggu Gadang (Atribut Anak Daro Dalam Pakaian Adat Pernikahan) yang akan ditanamkan ke laut dan berproses menjadi tempat tumbuhnya terumbu karang untuk rumah ikan berkembang biak.


Dua setengah tahun berlalu, Festival Mangure Lawik telah dilakukan dengan 4 kali pertemuan musyawarah formal dan berkali-kali diskusi informal dengan seluruh pihak yang terkait, akhirnya pada 2022 ini mendapati pencapaian barunya. Mangarak dan Prosesi Rabo Gadang adalah segmen krusial untuk memperkenalkan bentuk baru dari Mangure Lawik lama yang sarat ritual menjadi bentuk baru dalam tampilan festival. Mangarak Rabo Gadang akan mempertontonkan kemegahan Rabo Gadang yang berkostum riasan khas Pesisir dan diiringi masyarakat sebagai sosialisasi instan menyoal Rabo adalah milik bersama dan untuk kepentingan bersama serta harus dijaga secara bersama. Prosesi Rabo Gadang adalah segmen 'pengadatan' Rabo Gadang sebagai atribut budaya baru dalam perspektif atraksi wisata.


Rundown Acara Festival Mangure Lawik 2022


Usai Isya sekitar pukul 20.15 Rabo Gadang dipawaikan ke koridor jalan perkotaan Sibolga, mulai dari area tangkahan menuju venue Pelabuhan Lama melewati Jalan KH Ahmad Dahlan, Suprapto, Putri Runduk, S.Parman hingga berakhir di Yos Sudarso. Setiba di gerbang venue, Rabo digotong royongkan dengan cara pikul untuk diarak-arak menuju panggung acara. Pemajangan Rabo Gadang sekitar 10 menit di area Air Mancur yang ikonik dan mengundang masyarakat untuk menikmati foto bersama kemudian Rabo dipikul terus secara jalan berombongan dipimpin tim pembawa obor dan penjujung sunting serta iringan gendang sikambang.

Puisi dan Tarian Solo Kontemporer Mangure Lawik disajikan menanti ketibaan Rabo Gadang di panggung, Usai Rabo terletak langsung disambut alunan musik singkadu dan Dampeng-Marande. Pasca prosesi adat, Walikota Sibolga diwakilkan kepala Dinas Perikanan Kota Sibolga membacakan maklumat Mangure Lawik dengan berpegang tangannya semua unsur masyarakat penanda dukungan dan kemufakatan dan diakhiri oleh penyematan rangkaian Bunga dan Daun Pinang penanda penanaman Rabo Gadang di kawasan konservasi terumbu karang di Teluk Tapanuli oleh Pemerintah Kota Sibolga dan TNI-AL, lalu ditutup dengan sesi foto bersama.


Syafriwal Marbun, selaku tokoh budayawan Pasisi dan juga penasehat LSB APAN KS, didampingi Ketua Panitia dan Yayasan Forum Komunitas Kreatif Sibolga Tapteng, menyampaikan sambutannya dengan begitu haru. Bahwa Festival Mangure Lawik yang digagas ini merupakan peleburan budaya dan atraksi wisata yang penuh sejarah dan sebagai penanda majunya adat budaya di masa mendatang.


Acara diakhiri oleh pembacaan Kata Sambutan mewakili Walikota Sibolga yang memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya puncak Event Festival Mangure Lawik 2022 yang rangkaiannya sudah didahului dengan kegiatan Sibolga CleanUp Day dan DSD x Workshop Daur Naik Sampah.

Turut berhadir Pemerintah Kota Sibolga, TNI AL, TNI AD, Bank Indonesia KPw Sibolga, Kejaksaan Negeri Sibolga, Kepala Dinas, Camat dan Lurah serta masyarakat nelayan dan umum juga mitra kolaborator pendukung acara STPK Matauli, Pramuka Kota Sibolga, Sibolga Chanel Misteri, Sibolga Community. Terima kasih atas dukungan banyak pihak untuk keberhasilan acara ini, khususnya Pemerintah Kota Sibolga, Warung Etek Bungsu, Bank Indonesia KPw. Sibolga, dan Lembaga Seni Budaya Adat Pesisir Anak Nagari Kota Sibolga. Semoga acara ikonik ini dapat dilanjutkan dengan lebih meriah dan khidmat pada tahun-tahun berikutnya serta dapat menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

(IAS)






46 views0 comments
bottom of page